Sudah Saatnya Bertaubat

Apa arti taubat? Taubat berfaedah kembali, berbalik dan berkandang.Ia adalah manisfestasi ketakutan di dalam batin yang memotivasi anda dengan kukuh untuk balik kepada Allah Swt. Taubat dimulai bersama ilmu, maka ketahuilah dosa-dosa anda dan pelajarilah maqam Allah Swt. Wawasan ini pasti tentu membuahkan kebimbangan di dalam hati dan ketakutan itu lebih lanjut mendorong kamu untuk lebih bermal shalih yang adalah target taubat beserta realisasinya.



Bertaubat kepada Yang Maha Meliputi dan Yang Maha Mengerti yang Gaib, merupakan awal laluan para penempuh.Ia pun modal mendasar orang-orang sukses, langkah pangkal para ahli irradah, kunci istiqamah bagi yang gampang alum dan pangkal pensucian para muqarrabin.

Kedudukan (manzilah) taubat merupakan kedudukan setidaknya pertama, paling medio dan setidaknya akhirnya… maka taubat enggak pernah ditinggalkan oleh hamba yang satuorang berjalan (menuju Allah swt) beserta ia malar berada di dalamnya. Apabila ia beralih dari satu manzilah kepada satu manzilah lain, ia berpindah taubat dan membawanya ikut serta… maka taubat yaitu permulaan tahap hamba beserta akhirnya. Dan kebutuhannya kepada taubat di penghujung jalur bersifat utama, sama penting dengan kebutuhannya terhadap taubat di permulaan jalur.

Bukankah Kami suah memberikan hayat panjang terhadap kalian di dunia, tetapi ternyata kalian tak mau mencontoh petunjuk para Rasul Alah yang pernah mengingatkan kalian mengenai siksa neraka?Karna itu rasakanlah oleh kalian berhubungan adzab neraka ini.”Orang-orang kafit itu tidak menemukan seorangpun yang menolong mereka di neraka (QS. Al-Fathir[35] 37)

Berdasarkan sebagian ahli ilmu mereka tidak hendak mengikuti petunjuk para Rasul Allah yang telah mengingatkan anda tenang hukuman neraka.Wajib menurut seorang mukmin untuk lekas bertaubat kepada Allah biar mendapatkan kemenangan dan juga balasan yang banyak juga keuntungan yang besarl

Hai Muhammad, katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melaksanakan dosa-dosa besar, jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh Allah mengampuni semua dosa hamba-Nya yang kepingin bertaubat. Sungguh Allah yaitu Tuhan Yang Maha pengampun lagi Maha penggemar kepada segenap makhlukn-Nya. Wahai hamba-hamba-Ku, bertaubatlah anda kepada Tuhan kalian. Pasrahkanlah diri kalian kepada-Nya sebelum datangnya hukuman kepada kalian. Kalian tidak akan mendapatkan orang yang dapat menopang kalian selagi azab pernah turun. Wahai hamba-hamba-Ku, ikutilah Al-Qur’an yang adalah sebaik-baik perkataan yang turun dari Tuhan kalian, sebelum azab sampai mendadak pada kalian, tengah kalian tiada menyadarinya. (QS. Az-Zumar 53-55)

Jika kita tengah belum mau bertaubat, bagaimana situasi yang timbul pada hari kiamat.

Diakherat mendatang, setiap insan akan berbicara,”Alangkah ruginya aku sebab meninggalkan amal-amal sholeh yang diperintahkan Allah. Sungguh di bumi dahulu akau termasuk sebagianorang yang memperolok-olok agama Allah. (QS. Az-Zumar 56-57)

Atau dia akan bercakap, “Alangkah baiknya apabila Allah di dunia lampau memberikan hidayah kepadaku. Mesti aku menjadi orang yang taat pada Allah.”Atau saat orang menyaksikan azab di alambaka, ia bercakap, “Alangkah baiknya andaikata aku dikembalikan sekali lagi didunia. Jelas aku menjadi orang yang banyak bermal shalih (QS. Az-Zumar 57-58)

Telah jelaskah sekarang, apasebabnya kita perlu segera bertaubat? Bertaubatlah sebelum kita harus menghadapi situasi kayak diatas. Perhatikan ayat berikut ini

Hai Muhammad, pada hari kiamat nanti, kamu bakal menyaksikan orang-orang yang saat di dunia berdusta terhadap Allah. Awak saksikan wajah-wajah mereka hitam buram. (QS. Az-Zumar 57-58)

Pada hari kiamat esok akan kamu lihat beberapaorang yang belum sempat bertaubat ketika didunia dan tak mau memegangteguh Allah. Wajah mereka kolam arang. Kemudian diteruskan ayatnya

…Bukankah neraka Hancur adalah area tinggal untuk orang-orang yang melagakkan diri? (QS. Az-Zumar [39]60)

Mengapa Allah swt menyebut mereka sebagai “orang-orang yang melagakkan diri? Karena kita tidak ingin bertaubat, padahal Allah suah mengatakan pada anda : Akan Kuampuni seluruh dosamu, namun kamu tetap enggak mau bertaubat.

Beliau berfirman,nyata Allah menyukai banyakorang yang taubat dan menggemari orang-orang yang mensucikan diri (QS. Al-Baqarah [2]:222).

Allah mencitai anda jika kamu mau bertaubat. Bayangkan!!!

“Dan Allah bermaksud menerima taubatmu, tengah orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud biar kamu menengok sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (QS. An-Nisaa[4]:27)

Sebagian ulama salaf bercakap,”Masukilah waktu pagi dalam kondisi bertaubat dan lakukan waktu sore dalam keadaan taubat. Tiada patut bagi mukmin memasuki durasi pagi atau petang, kecuali dalam keadaan bertaubat. Siapa yang masuk waktu pagi dan petang tidak dalam kondisi bertaubat, maka ia terletak dalam bahaya besar. Apasebabnya? Sebab dikhwatirkan dia bertemu Allah dalam status belum bertaubat, hingga dihimpun bersama sebagianorang zalim. Sepertimana firman Allah

Dan barangsiapa yang enggak bertobat, maka mereka itulah banyakorang yang zalim.(Al Hujuraat 11)

Yang dimaksud oleh orang-orang yang aniaya ialah: beberapaorang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan atas cara yang paling baik, mereka mantap membantah dan membangkang lalu tetap menerangkan permusuhan.

Akantetapi setelah memperingati Allah kembali mengingatkan atas lembut serta menawan nurani.

Allah berfirman,”Bahwasanya Allah menadah taubat dari hamba-hamba-Nya (QS. At-Taubah [9]:104)

Allah swt juga menyebutkan diri-Nya sebagai, “Yang Memaafkan dosa dan menerima taubat (QS. Al-Mu’min [40] :3)

Kenapa kita tetap tidak hendak bertaubat saat menurut Firman ini?Apasebabnya kita tengah enggan bertaubat?Apasebabnya kita berseregang tetap menjalankan maksiat?Mengapa anda tidak kepingin bertaubat padahal Allah sudah memberikan cengkeram semua ini?

Allah bertutur, “Dan bersegeralah kamu pada ampunan dariTuhanmu(QS. Ali Imraan [3]:133)

Ingat biasanya penghuni neraka ialah orang yang suka menunda-nuda pekerjaan (al-musawwirin). Artinya ia berasal dari kata saufa (yang berarti hendak). Misalkan Insya Allah tahun depan aku hendak rajin sholat jamaah di rumahibadat. Insya Allah tahun depan aku tentu rajin ikut pengajian, puasa, serta lain-lain. Ia mengucapakan Insya Allah serta masuk ke dalam kehendak Allah tapi berbohong. Inilah yang dikenal tasif (menunda-nuda).Dan integritas ini termasuk “pasukan iblis.Karena itu, bersegeralah kamu.

Hasan Basri berkata, ”Sejumlah orang tertipu oleh khayalan mendapatkan belaskasihan, lalu mereka meninggal dunia tanpa pernah bertaubat. Salah seorang dari mereka berbicara,”Aku berbaik sangka kepada Tuhanku.Beliau bohong. Apabila ia akur sangka kepada Allah, tentu dia bertaubat berbuat bagus dan bersedekah.” Kemudian Hasan Basri membaca kalam Allah

Dan yang sepertiitu itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah melenyapkan kamu, alkisah jadilah kamu termasuk banyakorang yang merugi. (QS. Fushshilat [41]:23)

Bani Qayyim berkata,”Segera bertaubat dari semua dosa perlu dilakukan atas segera serta tidak bisa ditunda. Jika taubat ditunda, pelakunya bermaksiat kepada Allah dengan janji taubatnya. Jika beliau bertaubat, ia tengah punya kewajiban taubat lainnya, yaitu taubat dari pengundurantempo taubatnya. Hal ini jarang sekali terbersit di jiwa orang yang bertaubat! Beserta ia enggak bisa aman dari hal ini, hanya dengan taubat lazim dari dosa-dosa yang ia ketahui atau enggak ia mengerti

Bayangkan diri anda lagi berada disalah satu sudut nereka jahanam…Yaa Alah, jauhkan kami dari neraka jahanam….selamanya kamu menangis selama-lamanya.Pintu-pintunya terkunci rapat sekali…atap-atapnya tertutup rapat… suasananya hitam gelap gulita (mati lampu aja bingung), tidak ada area untuk bercanda, tidak terlihat tempat untuk tidur nyenyak, tak ada tangis dan tidak ada ajal yang menyudahi akhirhidup.Berkata Ka’ab : “Demi Allah nyata penduduk neraka menyantap tangan mereka sendiri sampai ke pundak karena menyesal.

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menokak dua tangannya (QS. Al-Furqan [25] :27)

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi beberapaorang yang mengerjakan kejahata sebab kejahilan (QS. An-Nisaa [4]: 17)

Kejahilan ialah: Orang yang mengerjakan maksiat dengan tidak mengetahui jika perbuatan itu merupakan maksiat kecuali jikalau dipikirkan lebih dahulu, Orang yang durhaka kepada Allah bagus dengan berencana atau tidak, Orang yang melakukan kejahatan karena minim kesadaran lantaran sungguh marah maupun karena desakan hawa nafsu

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang setelahitu mereka bertaubat dengan segera, (QS. An-Nisaa [4]: 17)

Apa maksud atas segera, artinya adalah langsung bertaubat seusai berbuat maksiat. Orang-orang model inilah yang layak mendapatkan belaskasihan

Sesungguhnya taubat di bagian Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang memanipulasi kejahatan sebab kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisaa [4]: 17)

Dikesempatan lain Allah swt berfirman, Dan bertaubatlah kamu segenap kepada Allah, hai orang-orang yang beriman biar kamu warisan. (QS. An-Nuur [24]: 31)

Ada sesuatu yang menakjubkan di sini. Setiap kali Allah swt membicarakan mengenai taubat ada banyakorang yang suka bermaksiat, berhubungan taubat pada orang-orang yang suka bermaksiat, apa gerangan yang Ia Firmankan? Setelah mengancam bakal menyisipkan mereka ke dalam siksaan neraka. Allah swt kerap memberikan pengecualian,

“Kecuali orang yang bertaubat, beriman lalu beramal saleh, maka mereka itu tentu masuk syurga dan enggak dianiaya (dirugikan) sedikitpun, (QS. Maryam [10] : 60)

Allah disini tidak menginformasikan “kecuali orang-orang yang menganut dan bertaubat”, akantetapi Di dahulukan taubat daripada keyakinan. Mengapa? Karna kemaksiatan dapat merusak keimanan. Kemudian bagaimana iman dapat kembali puluh serta normal? Reaksinya singkat, oleh taubat. Tidak ada sesuatu yang mampu menandingi efektivitas taubat dalam merenovasi rupa bangunanan keimanan.

Taubat adalah salah satu amalan yang paling mulia, termasuk dari amalan-amalan yang setidaknya dicintai oleh Allah bagi orang yang bertaubat maka ia menemukan kecintaan yang khusus dari Allah, Allah berfirman

Sesungguhnya Allah menyukai beberapaorang yang bertaubat dan menaksir orang-orang yang mensucikan diri.(Al Baqarah 222)

Lebih-lebih Allah sangat bahagia dengan taubat hamba-Nya padahal Allah Maha Kaya beserta Maha Terpuji

Dalam riwayat Muslim : Sesungguhnya Allah lebih berbesarhati terhadap taubat hambaNya ketika ia bertaubat kepadaNya saat ia bertaubat kepadaNya, ketimbang seorang dari kamu yang sedang naik alattransportasi (untanya)nya di padang pasir, berlanjut unta itu bebas darinya sedangkan makanan serta minuman ada di menurut unta itu. Sehingga Dia berputus asa, kemudian dia sampai kesebuah pohon lalu berbaring di bawahnya oleh perasaan putus asa.Selagi dalam keadaan sepertiitu tiba-tiba untanya pernah berdiri disisinya, lalu ia pegang kendalinya, kemudian dia berkata karena sungguh gembiranya “Ya Allah Engkau yaitu hambaku dan saya adalah TuhanMu. Beliau salah ucap sebab sangat gembiranya (Shahih Bukhari (63090 dan shahih Muslim (2747)

Saat iblis membangkang serta menolak sujud kepada Adam, seraya berceloteh, “Tuhan, demi bukti dan keagungan-Mu, akan kugoda dan sesatkan mereka semasih nyawa mereka tengah berada dalam jasad mereka! Allaw Swt berfirman, “Demi jalal dan keaguangan-Ku, sungguh akan Kuampuni mereka selagi mereka mau memohon ampunan kepada-Ku (HR Ahmad 11321)

Tidakah kita lihat buahhati dan belas kasih Allah kepada kita?Masih malaskah anda bertaubat?

Ketika Ibnul Qayyim mengecam hadist ini ia melafalkan kisah yang menurutnya bisa dijadikan contoh kasih rindu Allah terhadap hambaNya yang bertaubat

Serupa seorang anak kecil yang keluar meninggalkan rumah orang tuanya.Pintu rumahnya terus ditutup dan anak kecil itu berjalan. Namun, tidak lambat kemudian ia berhenti beserta berpikir. Beliau pasti tak mendapatkan rumah lain melainkan rumah yang ia tinggalkan. Ia tidak menemukan orang lain kecuali rumah yang ia tinggalkan. ia tiada mendapatkan orang lain yang tentu melindunginya kecuali ibunya di dalam rumah itu.

Alkisah, anak kecil itu balik dengan sedih dan menyesal.Beliau datang menyaksikan pintu rumah tertutup, lalu ia letakkan pipinya di depan pintu dan tertidur. Tidak lambat kemudian, si ibu timbul dari rumah dan melihat anak kecil itu, segera memeluknya dan menangis sambil mengungkapkan, ”Anakku kenapa anta pergi meninggalkanku? Siapa yang melindungi tidakcuma aku?Bukankah saya sudah katakan janganlah membantah aku sehingga sanggup mencabut kasih sayangku kepadamu dan perasaan baikku kepadamu?Si ibu berlanjut memeluk anak itu dengan membawanya masuk kedalam rumah.

Nabi Muhammad saw berkata, “Sesungguhnya Allah Swt membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat diryah disiang hari bertaubat dan Beliau bentangkan tangan-Nya disiang hari agar orang melakukan dosa di malam hari bertaubat. ( kembali ke titik nol & Ahmad 758)

Saudaraku rezeki tidak dibentangkan demikian, semata yang dibentangkan siang dan malam oleh Allah Swt merupakan taubat. Jadi, tidak malukah bila kita tiada mau bertaubat? Sudah dua puluh tahun berlalu namun anda tetap tak mau bertaubat pada Allah, padahal Ia bentangkan tangan-Nya siang dan malam sembari berkata, “Adakah orang yang ingin bertaubat, niscaya Akau sambut taubatnya.” Siapa yang seharusnya mengulurkan tangannya? Kitalah yang seharusnya membentangkan tangan sembari bercakap, “Sambutlah hamba Benar Allah

Rasulullah saw juga berfirman, “Tuhan Yang Maha Suci lag Maha Adiluhung turun ke langit dunia patih malam saat suku malam yang terakhir, sembari berteriak, “Barangsiapa yang berdoa pasti Aku kakan Kukabulkan. Barangsiapa yang memohon sori, pasti Kuampuni. (HR. Bukhari (1145) dan Muslim (785))

Saudaraku kita sudah tiga puluh tahun dan empat puluh tahun, namun kamu tidur setiap malam. Serta jarang Qiyamulail, sebaliknya setiap malam Allah turun dan berseru, “Adakah orang yang hendak bertaubat, niscaya aku terima taubatnya

Dalam hadist Qudsi, Allah bersabda, “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, niscaya Saya mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu beserta aku enggak peduli. Hai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan dilangit kemudian kamu memita ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosamu terdahulu beserta Aku tidak peduli. Aduhai anak Adam seandainya kamu muncul kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa sepenuh bumi setelahitu kamu hadir keada-Ku dengan tiada menyekutukan-Ku dengan suatu apapun, maka Aku memberi belaskasihan kepadamu sebanyak dosa-dosa itu (HR Tirmidzi no. 3680)

Abu Hurirah meriwayatkan, kalau Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah, Aku benar-benar beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh persepuluhandesimal kali dalam sehari (HR Bukhari) riwayat lain seratus kali

Abu Hurairah meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah saw bertitah, “Adalah seorang abdi berbuat cacat, lalu bercakap “Duhai Rabbi, aku telah berbuat dosa, ampunilah aku! Rabbnya memenuhi, “Hamba-Ku tahu bahwa ia ada Rabb yang mengampuni cacat dan memberi siksa, (karenanya) Kuampuni beliau. Kemudian masa berlalu lalu orang tadi mengerjakan dosa lagi. Beliau berkata, “Duhai Rabbi, aku berbuat diryah lagi. Ampunilah aku! Rabbnya membalas, “Hamba-Ku tahu bahwa ia memegang Rab ypang mengampuni cacat dan memasok siksa, (karenanya) Kuampuni dia. Lalu periode berlalu beserta orang tadi mengamalkan dosa lagi, Dia berkata, “Duhai Rabbi, aku berbuat cacat lagi. Ampunilah aku! Rabbnya memenuhi, “Hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni cacat dan mengasih siksa, (karenanya). Beliau kuampuni untuk ketiga kalinya. Selanjutnya terserah padanya bakal melakukan apa sja (HR. Bukhari & Mukminat)

Maksud dari hadist diatas yaitu jika si aku selalu dalam situasi demikian, beristighfar setiap kali berbuat dosa. Yaitu istighfar yang tidak disertai dengan ishrar (terus menerus dalam melangsungkan dosa)

Hadist ini dibicarakan oleh Al-Bukhari Syahdan, seorang jantan Bani Isrel bermaksiat. Beliau habiskan seluruh dihidupnya bakal bermaksiat. Ketika akhirhidup datang menjemput lalu semakin melekati, ia kumpulkan buahhatinya lalu berceloteh, ”Anak-anakku tidak terlihat seorangpun yang bermaksiat seperti saya. Jika aku mati, bakarlah tubuhku (tentu saja ini enggak diperbolehkan dalam Islam, akan tetap ini adalah perkara Bani Israel) nyalakan api selanjutnya letakkan aku dalam kobaran api itu hingga saat aku telah menjadi abu, sehingga haluskanlah dan sebarkan aku diatas puncak-puncak gunung. Sebab jikalau Tuhan sampai menangkapku, jelas Dia siksakan pada seorangpun sealam semesta. Demi mengisi wasiat tersebut, begitu meninggal, mereka pun langsung menyalakan api dan membakarnya hingga menjadi abu. Mereka haluskan abu itu, seterusnya mereka tebarkan ia ke pucuk gungung. Allah bertitah kepadanya,”Jadilah! Alkisah sekonyong-konyong beliau menjadi (badan utuh). Allah swt lantas menanyainya,”Apa yang memotivasimu berbuat sesuai yang kauperbuat? Ia jawab,”Hamba khawatir kepadaMu. Hamba takut dengan dosa-dosa hamba.” Allah swt menjawab, ”Karena ketakutanmu kepadaKu alkisah Aku ampuni kalian. Saksikan wahai para malaikat, “Sesungguhnya Aku suah mengampuninya dan hendak Kumasukkan ia ke adnan.” Hadist ini bersatatus shahih (HR. Bukhari 3481 dan Muslim 2754 dari abu hurairah)

Allah juga bertutur tentang status orang nashara :

Sesungguhnya kafirlah sebagianorang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Satu. Jika mereka tak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, mesti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa kesengsaraan yang pedih. Lalu mengapa mereka tak bertaubat kepada Allah serta memohon ampun kepada-Nya?Dan Allah Maha Penyayang lagi Maha Penyayang. (Al Maa’idah 73-74)

Allah juga berfirman tentang keadaan ashabul ukhdud yang menciptakan tipu energi untuk memburuk-burukkan kaum, mukminin serta menyesatkan mereka dari agama mereka

Nyata orang-orang yang melantarkan cobaan terhadap orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka enggak bertaubat, maka untuk mereka azab Jahannam serta bagi mereka azab (neraka) yang membakar (Al Buruuj 10)

Hasan Al-Basri berkata “Perhatikan gah dan kemurahan dari Allah ini. Mereka mematikan wali-wali Allah akan namun Allah masih meruah mereka menuju taubat dan ampunan”

Satuorang hamba itu hendaklah ia lekas bertaubat dan secepat kelihatannya mewujudkannya, sebelum beliau kehilangan kesempatan. Nabi saw bertitah, ”Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawanya belum sampai kerongkongan (HR Tirmizi)

UtusanTuhan saw bersabda : “Barangsiapa yang bertaubat sebelum mentari terbit dari timur alkisah Allah menerima taubatnya (HR Mukmin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *